Saturday, 28 Jan 2023
  • Selamat datang di website SMK Diponegoro Depok - TELAH DIBUKA PENDAFTARAN PESERTA DIDIK BARU 2023/2024

MENGENAL TARUNG DERAJAT, SENI BELADIRI INDONESIA

Pada pagelaran Pekan Olahraga Daerah (PORDA) XVI DIY dilaksanakan di Kabupaten Sleman, Dani Wahyudi, siswa kelas XII TBSM 2 SMK Diponegoro Depok berhasil mempersembahkan medali Perunggu cabang olahraga Tarung Derajat di kelas Seni Gerak Garang Campuran.

Tarung Derajat merupakan salah satu olehraga beladiri yang sudah diakui oleh KONI dan dpertandingkan di PORDA, PON bahkan SEA Games. Tidak banyak yang tahu jika olahraga Full Body Contact ini merupakan seni bela diri asli Indonesia.

Tentang Tarung Derajat

Tarung Derajat adalah seni bela diri full body contact berasal dari Indonesia yang diciptakan oleh Achmad Dradjat. Ia mengembangkan teknik melalui pengalamannya bertarung di jalanan pada tahun 1960-an di Bandung. Sebelum dikenal sebagai nama tarung derajat, dulu bela diri ini dinamakan beladiri boxer, tetapi setelah melewati beberapa pertimbangan beladiri boxer pun berganti nama menjadi beladiri tarung derajat. Tarung Derajat secara resmi diakui sebagai olahraga nasional dan digunakan sebagai latihan bela diri dasar oleh TNI Angkatan Darat dan Brigade Mobil Polri.

Tarung Derajat dideklarasikan kelahirannya di Bandung pada 18 Juli 1972 oleh Achmad Dradjat yang biasa dipanggil Aa Boxer yang kini bergelar Sang Guru Tarung Derajat. “Box!” adalah salam persaudaraan di antara anggota Tarung Derajat. Tarung Derajat menekankan pada agresivitas serangan dalam memukul dan menendang. Namun, tidak terbatas pada teknik itu saja, bantingan, kuncian, dan sapuan kaki juga termasuk dalam metode pelatihannya. Tarung Derajat dijuluki sebagai “Boxer”. Praktisi Tarung Derajat disebut “Petarung”.

Nilai filosofi Tarung Derajat adalah melindungi diri dari perbuatan yang tidak bermoral dan tidak manusiawi serta untuk merebut, menegakkan dan meningkatkan kehormatan diri sendiri dan keluarga. Para petarung memiliki jiwa dan perilaku yang tidak menyombongkan diri. Mereka terkesan seperti orang yang penurut dengan sikapnya yang tunduk demi menghindari keangkuhan. Hal tersebut tergambar dalam semboyan Tarung Derajat:

Aku ramah bukan berarti takut. Aku tunduk bukan berarti takluk

 

Post Terkait

0 Komentar

KELUAR